kanker prostat (2) (1)
November 2, 2025

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikabarkan menderita penyakit kanker prostat dan harus melakukan pengobatan intensif. Penyakit yang satu ini memang menjadi momok tersendiri khusunys bagi pria.

Sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat. Penyakit ini juga menjadi salah satu penyakit kanker yang paling sering diderita oleh pria. Di Indonesia, kanker prostat menjadi jenis kanker ke-2 yang paling banyak diderita pada pria. Data tersebut dikeluarkan oleh WHO (World Health Organisation). Sebagian besar penderita kanker prostat berusia di atas 65 tahun.

Baca juga : Kata Mereka Tentang Layanan Homecare 24

Kanker prostat merupakan jenis kanker yang berkembang di dalam kelenjar prostat pada pria. Prostat adalah kelenjar kecil yang ada di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis. Prostat juga berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi.

Gejala Kanker Prostat

Pada tahap awal, penderita kanker prostat tidak merasakan gejala apa pun. Tapi ketika kanker ini semakin membesar atau membengkak, maka kelenjar prostat akan mengalami peradangan. Di tahap ini barulah penderita akan merasakan gejala, seperti :

•           Susah buang air kecil atau buang air kecil kurang lancar.

•           Terasa nyeri atau panas pada penis saat buang air kecil atau ejakulasi.

•           Buang air kecil lebih sering di malam hari.

•           Sulit untuk menahan buang air kecil.

•           Merasa kandung kemih selalu penuh.

•           Urine atau air mani mengandung darah.

Jika kanker ini sudah mencapai stadium lanjut, bisa menimbulkan rasa nyeri hebat pada tulang belakang, tulang panggul, atau pangkal paha.

Penyebab

Kanker prostat disebabkan karena terjadinya perubahan genetik pada sel-sel di kelenjar prostat. Tapi selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pada pria terhadap penyakit kanker yang satu ini, antara lain:

•           Bertambahnya usia.

•           Obesitas atau kegemukan.

•           Faktor keturunan atau ada keluarga yang menderita kanker prostat.

•           Pola makan kurang serat, terutama kurangnya asupan antioksidan seperti likopen.

•           Menderita penyakit menular seksual

Cara Mendeteksi

Saat ini ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mendeteksi atau mendiagnosis kanker prostat, antara lain yaitu : 

1.         Tes PSA (Prostat spesifik antigen). Tes ini dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium pada sampel darah yang bertujuan untuk mengetahui jumlah PSA dalam darah. PSA adalah protein yang dihasilkan oleh sel prostat sbg mengatur kekentalan (viskositas) air semen (sperma). Namun konon hasil tes PSA ini dinilai masih kurang akurat, namun bisa dijadikan cara untuk skrining awal.

2.         Jika dari hasil tes PSA menunjukkan tanda kelainan, biasanya dokter akan melakukan tes lanjutan untuk memastikan hasil yang lebih akurat, salah satunya melalui USG prostat. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengamatan kelenjar prostat menggunakan alat USG.

3.         Selain itu, bisa juga melakukan tes MRI. Pemeriksaan bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan pada kelenjar prostat, yang dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan magnet.

4.         Dan yang terakhir, pendertia bisa juga memilih tes Biopsi prostat. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sampel pada jaringan kelenjar prostat. Sampel kemudian akan diamati lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan

Bagi penderita kanker prostat, ada beberapa metode pengobatan yang ditentukan oleh dokter didasarkan pada tingkat keparahannya dan kondisi pasien. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain :

•           Pengamatan intensif. Jika masih tahap stadium awal, dokter biasanya cukup melakukan pengamatan secara intensif. Jika dilakukan penanganan kanker prostat di stadium awal justru memiliki efek samping. Penderita akan menjalani tes PSA secara teratur untuk mendeteksi apakah ada pertumbuhan sel kanker.

•           Operasi. Apabila ternyata sel kanker berkembang, maka dokter akan merekomendasikan melakukan jenis pengobatan lainnya, salah satunya  operasi. Ini adalah pengobatan dengan cara mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat juga beberapa jaringan serta kelenjar getah bening di area sekitar yang terkena sel kanker.

•           Radioterapi. Cara pengobatan menggunakan radiasi ini akan dilakukan setelah operasi, tujuannya untuk membunuh sisa sel kanker. Cara pengobatan ini untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan sel kanker.

•           Terapi hormon. Pengobatan ini dilakukan sebelum atau setelah terapi radiasi atau radioterapi. Dilakukan sebelumnya bertujuan agar dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan. Sednagkan jika dilakukan setelah radioterapi, diharapkan mengurangi risiko sel kanker muncul kembali.

•           Kemoterapi. Cara pengobatan ini dengan menggunakan obat. Tujuannya untuk membantu menghilangkan sel kanker. Pengobatan ini dilakukan apabila kanker sudah menyebar ke organ lain.

• Krioterapi. Pengobatan ini dilakukan untuk membekukan jaringan sel kanker yang caranya dengan memasukkan gas dingin sehingga bisa membunuh sel kanker.

Baca juga : Cara Deteksi, Cegah dan Mengobati Sakit Diabetes

Pencegahan

Setelah mengetahui bahayanya kanker prostat, serta cara pengobatannya yang sepertinya agak ‘menakutkan’ setidaknya membuat kita ingin mencegah agar tidak menderita penyakit ini. Namun sayangnya, banyak yang mengatakan penyakit ini sulit untuk dicegah. Ini karena melihat apa yang menjadi penyebab kanker prostat yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Namun, ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit kanker yang satu ini, antara lain :

•           Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur.

•           Rajin berolahraga.

•           Menjaga berat badan ideal.

•           Tidak merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.

•           Hindari stres.