Setelah vaksin Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, Pfizer dan Moderna, ada tiga vaksin baru yang masuk ke Indonesia. Ketiga vaksin baru tersebut yaitu Sputnik V, Janssen dan Condencia. Apa perbedaan ketiga vaksin tersebut ? Lebih ampuh yang mana ? Ketiga vaksin baru yang saat ini sudah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA/Emergency Use Authorization) dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) .
Perbedaan Vaksin Baru Covid 19
Meski sama-sama memiliki efikasi atau keampuhan yang baik dalam melawan Covid 19, namun tetap ada perbedaan dari ketiga vaksin baru Covid 19. Yang menarik dari ketiga vaksin baru ini, diantaranya ada yang cukup diberikan satu atau sekali dosis suntikan saja.

Vaksin Sputnik V
Vaksin Sputnik V menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S). Virus dalam keadaan yang dilemahkan di mana ia masih dapat memicu respons kekebalan manusia yang diinginkan tetapi tidak dapat bereplikasi dalam sel manusia.
• Pembuat : The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia.
• Bahan dasar : Non-Replicating Viral Vector
• Uji Klinis : uji klinik fase 3 dengan rentang confidence interval 85,6-95,2 persen.
• Efikasi : Menurut Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, efikasi vaksin Sputnik V sebesar 91,6 persen dari data uji klinik fase 3. Selain itu, Sputnik V mengklaim keamanan, kemanjuran, dan kurangnya efek samping jangka panjang dari vaksin adenovirus telah terbukti di lebih dari 250 uji klinis selama dua dekade.
• Izin : Vaksin Sputnik V sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari BPOM
• Cara kerja : Setelah disuntikkan, vaksin Sputnik V yang mengandung virus dalam keadaan yang dilemahkan, akan memicu respons kekebalan tubuh atau membentuk antibody yang diinginkan. Tapi jangan khawatir virus yang dilemahkan ini tidak dapat bereplikasi dalam sel manusia.
• Dosis : vaksin Sputnik V disuntikkan sebanyak 2 dua kali, dengan untuk satu suntikan memiliki dosis 0,5 mL. Di mana masa interval pemberian antara suntikan kesatu dan kedua yaitu 3 minggu (21 hari).
• Penerima vaksin : Vaksin Sputnik Vditujukan untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas
• Efek samping : Menurut Kepala BPOM Penny Lukito Efek samping paling umum yang dirasakan adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.
Baca juga : Lebih Ampuh Mana? Ini Perbedaan Vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer dan Moderna

Vaksin Janssen
Vaksin Janssen dibuat dengan menggunakan metode viral vector. Metode ini sama dengan yang dipergunakan pada vaksin AstraZeneca, Sputnik dan Convidecia. Bedanya, jika vaksin AstraZeneca dan Sputnik diberikan lewat dua kali suntikan, vaksin Janssen dan Convidecia hanya membutuhkan satu kali suntikan saja. Ini karena kedua vaksin tersebut memiliki adenovirus yang berbeda dengan dua vaksin lainnya tersebut. Vaksin Janssen dan Convidecia, virus vector-nya adalah adenovirus yang biasa menginfeksi pada manusia, tetapi ringan.
• Pembuat : Janssen Pharmaceutical Companies (Belgia), bagian dari Johnson & Johnson.
• Bahan dasar: Vaksin Janssen dibuat dengan menggunakan metode viral vector atau Adenovirus.
• Uji Klinis: Telah sukses melewati uji klinis
• Efikasi: Menurut European Medicine Agency (EMA) pada nilai efikasinya mencapai 67 persen. Sedangkan melansir data WHO, dosis tunggal vaksin Janssen juga dapat melawan 66,9 persen gejala sedang, 85,4 persen penyakit kronis, dan 93,1 persen terhindari dari rawat inap.
• Izin : Vaksin Janssen telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan POM RI pada 7 September lalu.
• Cara kerja : Begitu disuntikan, adenovirus dan cangkang virus yang ada di vaksin ini membawa gen atau DNA, sehingga protein dapat diproduksi. Adenovirus telah dimodifikasi sehingga dapat memasuki sel, tetapi tidak dapat bereplikasi. Adenovirus nantinya akan membentuk protein. Sistem imun tubuh seseorang akan mengenali protein tersebut dan menghasilkan antibodi. Jika seseorang yang menggunakan vaksin ini dan terpapar covid-19 tubuh akan mengenali dan melakukan proteksi untuk melawannya.
• Dosis : Berbeda dengan lainnya, vaksin Janssen hanya membutuhkan sekali suntikan. Vaksin Janssen hanya membutuhkan 1 dosis (0,5ml) suntikan intramuskular.
• Penerima vaksin : vaksin ini ditujukan untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas.
• Efek samping : Efek lokal yang umum terjadi sebagai berikut: nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. Adapun efek sistemik yang umum terjadi adalah: Sakit kepala, rasa lelah (fatique), nyeri otot (myalgia), mengantuk, mual (nausea), muntah, demam (pyrexia), dan diare. Beberapa efek samping vaksin Janssen itu semuanya biasanya hilang dalam satu atau dua hari.
Baca juga : Ini Yang Penting Diketahui Sebelum dan Sesudah Divaksin Covid 19, Agar Aman

Vaksin Convidecia
Vaksin Convidecia disebut juga dengan vaksin Cansino. Vaksin ini dibuat dengan bahan dasar yang sama dengan vaksin dibuat dengan AstraZeneca, Sputnik dan Janssen, yaitu menggunakan metode viral vector. Vaksin Condencia sama dengan vaksin Janssen yaitu bisa cukup diberikan satu kali suntikan saja. Berbeda dengan AstraZeneca dan Sputnik yang meski memiliki bahan dasar yang sama, namun kedua vaksin ini harus diberikan dua kali suntikkan.
• Pembuat : Cansino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology
• Bahan dasar: Vaksin ini dibuat dengan teknologi non replicating viral vector atau dikenal juga dengan vektor Adenovirus (Ad5), mirip dengan vaksin AstraZeneca.
• Uji Klinis : Sukses pada uji klini sfase 3, dimana 28 hari setelah vaksinasi dengan vaksin ini dapat memberikan perlindungan pada semua gejala Covid-19.
• Efikasi : CanSino mengklaim, setelah 14 hari suntikan, vaksin ini 68,83 persen efektif mencegah semua gejala penyakit Covid-19 dan 95,47 persen efektif mencegah penyakit Covid-19 parah. Setelah 28 hari, vaksin Convidecia diklaim 65,28 persen efektif mencegah semua gejala penyakit Covid-19 dan 90,07 persen efektif mencegah penyakit parah Covid-19.
• Izin : Sudah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA/Emergency Use Authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),
• Cara kerja : Sama seperti vaksin Janssen, Adenovirus telah dimodifikasi yang ada di vaksin Condencia akan memasuki sel begitu disuntikan ke tubuh. Adenovirus nantinya akan membentuk protein. Sistem imun tubuh seseorang akan mengenali protein tersebut dan menghasilkan antibodi. Jika seseorang yang menggunakan vaksin ini dan terpapar covid-19 tubuh akan dengan mudah mengenali dan melakukan proteksi untuk melawannya.
• Dosis : Pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 ml secara intramuskular.
• Penerima vaksin : Vaksin Condencia saat ini baru bisa diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.
• Efek samping : Efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksin Cansino yang banyak terjadi adalah reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, kemerahan, dan pembengkakan. Namun, beberapa lainnya juga bisa menimbulkan reaksi efek samping sistemik seperti : Sakit kepala, Lelah, Nyeri otot, Mengantuk, Mual, Muntah, Demam dan Diare.
